Apocalypse Throne: All Disciples, Answer My Call ID
Kabut asam melayang di atas jalanan kota yang sunyi, menyelubungi gedung-gedung pencakar langit yang kini hanya menjadi sarang para mayat hidup. Su Bai tersentak bangun di tengah dunia yang bukan miliknya — bukan lagi tetua agung di ambang keabadian yang murid-muridnya bersujud, melainkan lelaki biasa di era kiamat zombi. Pengkhianatan para murid terasa masih basah di ingatan, tapi sekarang bukan saatnya meratapi luka lama. Ia mengenggam Tongkat Jiwa, artefak yang di dunia asalnya bahkan tidak layak dijadikan kayu bakar.
Begitu gelombang zombi pertama menyerbu, layar biru berkedip di depan matanya: sistem telah aktif. Tongkat Jiwa mulai membangunkan kekuatannya, dan bersama dengannya, sebuah jalan pulang mulai terbentuk — kembali ke dunia kultivasi, kembali ke takhta yang direbut. Namun benang merah takdir belum selesai menjahit sandiwara ini. Satu per satu, para murid perempuan yang dulu menikamnya dari belakang muncul di dunia yang sama. Zombi berkeliaran dalam jumlah tak terhitung, dan di antara rintihan mereka, Su Bai harus memutuskan: akankah ia memanggil para pengkhianat itu untuk berjuang bersamanya, atau membiarkan mereka menjadi santapan gerombolan mayat hidup?
Juga dikenal sebagai: Moshi: Ren Huang Fan You Qing Gewei Nv Tu Ruzuo, 末世:人皇幡有请各位女徒入座, Kiamat: Panji Raja Manusia Memanggil Para Murid Perempuan.